Mengirim alat berat itu bukan sekadar “angkut dari titik A ke titik B”. Ada banyak hal krusial yang ikut terbawa: nilai aset yang tinggi, risiko kerusakan, kebutuhan armada khusus, perizinan, hingga ketepatan waktu proyek. Karena itu, memilih perusahaan ekspedisi alat berat di Indonesia sebaiknya tidak asal murah- yang dicari adalah aman, rapi, dan jelas prosedurnya.
Di artikel ini, kita bahas rekomendasi sekaligus review Amanah Group sebagai salah satu opsi perusahaan ekspedisi alat berat yang patut dipertimbangkan.
Kenapa Ekspedisi Alat Berat Butuh Penanganan Khusus?
Alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, crane, vibro, hingga genset industri punya karakteristik yang berbeda dari barang kargo biasa. Tantangannya antara lain:
- Butuh armada khusus (lowbed, trailer, multi-axle).
- Pengikatan (lashing) harus benar, termasuk titik tumpu dan distribusi beban.
- Medan sulit, jalan sempit, atau area tambang yang butuh pengalaman lapangan.
- Beberapa pengiriman butuh pengawalan, rute tertentu, dan kelengkapan administrasi.
- Telat kirim bisa bikin biaya proyek membengkak.
Kalau ekspedisi tidak terbiasa menangani alat berat, risiko seperti kerusakan unit, keterlambatan, atau masalah di jalan bisa terjadi.
Review Amanah Group sebagai Ekspedisi Alat Berat
Amanah Group bisa jadi pilihan menarik untuk pengiriman alat berat, terutama untuk perusahaan yang butuh layanan yang rapi dan bisa diajak koordinasi dengan jelas. Dari sisi layanan, ada beberapa hal yang umumnya jadi poin plus saat memilih vendor seperti ini:
1) Fokus ke keamanan unit
Pengiriman alat berat idealnya mengutamakan:
- SOP pengikatan yang tepat
- pengecekan kondisi unit sebelum dan sesudah jalan
- mitigasi risiko saat loading–unloading
Vendor yang serius biasanya punya tim yang paham prosedur lapangan, bukan sekadar “supir jalan”.
2) Pilihan armada untuk berbagai kebutuhan
Untuk alat berat, armada yang sering dibutuhkan mencakup:
- Lowbed/low loader (alat berat umum)
- Trailer (unit besar/volume tertentu)
- Tronton/wingbox (sparepart atau komponen pendukung)
Semakin fleksibel armadanya, semakin mudah menyesuaikan kebutuhan proyek tanpa memaksa unit masuk armada yang kurang ideal.
3) Koordinasi dan update pengiriman
Hal yang paling dicari klien proyek biasanya sederhana: komunikasi.
Mulai dari estimasi jadwal, rute, hingga update posisi unit. Perusahaan ekspedisi yang responsif biasanya bikin proses jauh lebih tenang, apalagi kalau pengirimannya lintas pulau.
4) Cocok untuk kebutuhan perusahaan dan proyek
Ekspedisi alat berat biasanya dipakai oleh:
- kontraktor proyek
- perusahaan tambang
- penyewaan alat berat
- pabrik/manufaktur
- logistik proyek EPC
Kalau Amanah Group sudah terbiasa menangani pola kebutuhan seperti ini, nilai tambahnya ada pada pengalaman workflow proyek: jadwal ketat, bongkar muat terjadwal, serta koordinasi dengan PIC lapangan.